16 Juni 2025 Kanit Reskrim Polsek di NTT Diduga Ikut Judi Sabung Ayam

Kanit Reskrim Polsek di NTT Diduga Ikut Judi Sabung Ayam

Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak geger. Setelah muncul kabar mengejutkan mengenai seorang Kanit Reskrim di salah satu Polsek yang diduga ikut serta dalam praktik judi sabung ayam. Bukannya memberantas kejahatan, oknum tersebut justru terlibat langsung dalam aktivitas ilegal. Warga pun mempertanyakan integritas aparat kepolisian di wilayah tersebut.

Sabung Ayam

Aksi tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi singkat yang beredar luas di media sosial. Tak butuh waktu lama, video itu langsung memicu kemarahan publik. Banyak yang mengkritik keras tindakan aparat yang seharusnya menegakkan hukum, bukan malah melanggarnya.

Kronologi Video yang Bikin Heboh

Video berdurasi kurang dari dua menit itu memperlihatkan kerumunan pria menyaksikan dua ayam bertarung di tengah lapangan terbuka. Di antara kerumunan tersebut, sosok berpakaian santai terlihat duduk di barisan depan sambil bertepuk tangan. Warga sekitar mengidentifikasi pria itu sebagai Kanit Reskrim dari Polsek setempat.

Tidak hanya sekadar hadir, pria itu bahkan terlihat menyodorkan uang kepada seseorang—dugaan menguat bahwa ia ikut bertaruh. Warga yang merekam mengaku sengaja mendokumentasikan kejadian tersebut karena merasa muak melihat aparat hukum yang malah ikut berjudi, bukan menertibkan.

Polda NTT Bereaksi Cepat

Tak ingin isu ini makin liar, Kepolisian Daerah (Polda) NTT segera memberikan tanggapan. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Ariasandy, langsung menggelar konferensi pers dan memastikan bahwa pihaknya sudah mengantongi identitas oknum yang terlibat.

“Kami sudah menerima laporan dan bukti rekaman video. Saat ini kami sedang memprosesnya secara internal,” tegas Ariasandy. Ia juga menyampaikan bahwa Polda akan menindak tegas siapa pun yang melanggar hukum, termasuk anggota polisi sendiri.

Penegasan Kapolri: Tidak Ada Tempat untuk Polisi Judi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya sudah mengeluarkan instruksi jelas: aparat kepolisian dilarang keras terlibat dalam perjudian, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ia menegaskan bahwa institusi kepolisian harus menjadi contoh dalam penegakan hukum.

Kasus di NTT ini menjadi ujian nyata terhadap komitmen tersebut. Jika pimpinan Polri benar-benar ingin memulihkan kepercayaan publik, maka penindakan terhadap oknum seperti ini harus dilakukan tanpa kompromi.

Publik Menuntut Transparansi dan Sanksi Tegas

Di sisi lain, masyarakat menuntut transparansi penuh dari proses pemeriksaan. Mereka meminta agar kasus ini tidak sekadar berakhir dengan pemindahan jabatan atau peringatan internal. Beberapa aktivis anti-korupsi bahkan mendesak agar oknum tersebut diproses pidana, sebagaimana masyarakat biasa yang tertangkap berjudi.

“Kalau warga sipil yang tertangkap sabung ayam bisa langsung ditahan, mengapa aparat justru diberi perlakuan lunak?” ujar Budi Sulaiman, aktivis hukum dari Kupang. Ia menekankan pentingnya keadilan yang tidak memihak.

Dampak terhadap Citra Polri

Keterlibatan oknum polisi dalam praktik terlarang seperti ini tentu menimbulkan dampak serius terhadap citra institusi. Dalam situasi di mana publik tengah kritis terhadap kinerja aparat, kejadian ini bisa memperparah ketidakpercayaan masyarakat.

Belakangan ini, kepercayaan publik terhadap kepolisian menurun akibat berbagai kasus pelanggaran etik. Dari kasus suap, kekerasan berlebihan, hingga keterlibatan dalam bisnis ilegal, kini daftar itu bertambah dengan praktik perjudian.

Reformasi di Internal Kepolisian Diperlukan

Kasus ini seharusnya mendorong institusi Polri untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Tidak cukup dengan sekadar menindak satu-dua oknum, institusi harus membenahi sistem pengawasan internal secara menyeluruh. Banyak pihak menilai bahwa pembinaan dan pengawasan terhadap anggota di lapangan masih terlalu longgar.

Selain itu, masyarakat juga perlu dilibatkan dalam proses pengawasan. Pelibatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan tokoh masyarakat bisa membantu menekan potensi pelanggaran oleh aparat.

Pentingnya Keteladanan dari Atasan

Selain sistem, kepemimpinan yang kuat juga menjadi kunci. Kapolsek, Kapolres, dan pejabat di level atas harus mampu menunjukkan keteladanan. Jika pemimpin bisa bersikap tegas terhadap anggotanya yang melanggar, maka budaya bersih dalam institusi akan tumbuh dengan sendirinya.

Tanpa ketegasan dan keteladanan, kasus seperti ini bisa terulang, bahkan membesar hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Masyarakat Masih Percaya pada Aparat yang Bersih

Meski marah, masyarakat tidak sepenuhnya kehilangan harapan. Banyak warga yang tetap percaya bahwa masih ada aparat kepolisian yang bersih, jujur, dan berdedikasi tinggi. Namun, mereka menegaskan bahwa kepercayaan tersebut hanya bisa dijaga jika institusi benar-benar bersikap tegas terhadap oknum bermasalah.

Kesimpulan: Momentum Bersih-bersih Polri

Kasus dugaan keterlibatan Kanit Reskrim dalam judi sabung ayam bukan sekadar insiden lokal. Ini menjadi gambaran nyata tantangan besar dalam menjaga integritas institusi kepolisian. Jika pimpinan Polri gagal menyikapinya dengan serius, maka dampak terhadap kepercayaan publik bisa sangat merugikan dalam jangka panjang. Masyarakat saat ini tidak hanya menunggu klarifikasi, tetapi juga menuntut tindakan nyata.

Baca Juga: Viral Lansia Naik Eskalator Mati di Halte Cipulir

20 tanggapan untuk “Kanit Reskrim Polsek di NTT Diduga Ikut Judi Sabung Ayam

  1. Купить диплом университета по невысокой стоимости можно, обращаясь к надежной специализированной фирме. Приобрести документ о получении высшего образования можно у нас в столице. orikdok-3v-gorode-yoshkar-ola-12.online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *